Perjalanan Senyap Politik H. Hamiruddin Menelusuri Negeri Batu Wakatobi Penuh Rahasia dan Kejutan

Hamiruddin Silaturahmi bersama Warga

4/17/20244 min read

WAKATOBI, Bursabisnis.id – Selasa, 16 April 2024, rombongan H Hamiruddin beranjak dari Pelabuhan Patinggu, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) jam 08.30 Wita dengan menggunakan kapal jet.

Nama jetnya Fungka Express, mulai membunyikan mesinnya melepaskan tali dan meninggalkan pelabuhan menuju negeri batu Pulau terujung bagian Timur kabupaten Wakatobi yaitu Pulau Binongko.

Perjalanan ke negeri batu tersebut menempuh waktu sekitar 3 jam melewati dua pulau dengan ciri khas dan panorama tersendiri yaitu Pulau Kaledupa dan Pulau Tomia.

Hempasan ombak dengan tiupan angin timur yang bergemuruh ditepi Fungka Ekspres seakan menjadi kupu-kupu yang berterbangan di taman laut Nasional Wakatobi.

Pemandangan nelayan yang berlabuh di sepanjang pinggiran laut dalam seakan menjadi gedung-gedung indah di atas birunya lautan pusat segitiga karang dunia itu.

H. Hamiruddin bersama rombongan tiba dan bersandar di Pulau Binongko, tepatnya di Pelabuhan Rukuwa sekitar jam 12.00 Wita bersama dengan penumpang lainya yang ingin menyaksikan acara adat karia’a Ajamani yang digelar setiap delapan tahun sekali.

Sebagai instrumen pemerintahan H. Hamiruddin yang sementara menjabat sebagai ketua DPRD Wakatobi, hal yang normatif untuk menghadiri undangan pesta rakyat penuh hiasan adat dan beragam budaya yang ditampilkan, sebagai panorama indah pada adat delapan tahun sekali itu.

Tiba pada pukul 12.00 Wita, melewati bentangan samudra taman nasional di tanah barakati dengan struktur hampir 100 persen pulau, yang terdiri dari batuan itu hentakan kaki hamirudin di Pelabuhan Rukuwa, tidak mengguncang tanah tetapi mengguncang 80 persen nurani masyarakat Pulau Binongko mulai dari Hakka sampai Wali.

Hal tersebut, dapat dilihat dari antusiasme mulai dari kalangan pemuda sampai tua, mulai dari tokoh muda dan seterusnya rupanya sudah menantikan kehadiran Hamiruddin sejak sehari sebelumnya.

Menginap disebuah penginapan sederhana di Rukuwa beristirahat sejenak menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Dzuhur. Pasca itu, kemudian gemuruh suara mulai berdatangan didepan penginapan untuk mengajaknya berkunjung ke masing-masing tempat yang mereka telah siapkan.

” Iya, silahkan duduk semuanya terimakasih sudah datang ke sini yang juga sebenarnya tanpa ke sini saya akan ke tempatnya teman-teman, ya sudah kayaknya kita mulai dari kampung terujung ke terujung lainya, ” ucapnya sambil melepas senyuman kepada mereka yang berdatangan.

Sembari berjabat tangan H. Hamiruddin mulai bergegas menemui panggilan masyarakat dari ujung timur Pulau Binongko yaitu masyarakat Desa kelurahan Wali dengan kendaraan roda empat yang di supiri oleh Pak Harun sapaan akrabnya.

Karakteristik masyarakat yang berbeda kian menyatu yang pada satu panggung politik H. Hamiruddin.

Waktu demi waktu, jam demi jam diskusi dan pernyataan dukungan tiada henti memanggil dan menghampiri pria 54 tahun itu yang dikenal kurang bicara banyak bekerja yaitu H. Hamiruddin.

Berkahnya waktu dan momen karnaval delapan tahun sekali itu tidak hanya sampai disitu, tepatnya pukul 23.56 Wita, dihadapan para tim lawan politik bendera kuning yang lalu kini gerakan senyap membisik ditelinganya ” Pak ketua kalau ada waktu kami ingin cerita, ada teman-teman dari sebelah mau ketemu, mereka sudah menunggu mereka kemarin orangnya sebelah, mereka berharap sekali ingin bertemu bapak, ” bunyi suara yang membisik ditelingan kanan H. Hamiruddin.

” Oh iya boleh, ” singkat jawabannya sembari melangkah menuju ketempat yang dimaksudkan. Setibanya nampak terlihat benteng-benteng dan serdadu politik yang penuh semangat memeluk dan berjabat tangan dengan H. Hamiruddin berlangsung dengan cerita canda tawa ditutup dengan pernyataan “Pak kami siap memenangkan bapak di Pilkada mendatang untuk Pulau Binongko, kami ingin membalas pengkhianatan yang kami rasakan, kami ditipu dan dijanji, kami merasa harga diri kami diinjak-injak, kami nyatakan di hadapan bapak kami melawan penghianat, ” ujar pertemuan senyap itu di hadapan H. Hamiruddin.

Mereka juga mengatakan, ” Pak, tolong jangan dulu di ekspose pertemuan kita ini, biarkan kami merapikan barisan-barisan kami yang dulu saat melawan kalian, kami akan rangkul dan menambahnya lagi untuk memenangkan bapak di Pilkada nanti yang penting bapak yang maju ya! karena sekali kami di Hamiruddin sampai hari hal tetap di Hamiruddin, karena tidak ada yang kami miliki hanya sebuah konsistensi, sekali lagi pak jangan dulu di ekspose pertemuan ini anggap saja ini rahasia. Nanti tiba saatnya kami akan mengatakan langsung di depan seluruh masyarakat Pulau binongko,” ucapnya.

Tepatnya pukul 02.14 subuh pertemuan senyap itu disudahi dengan ucapan terimakasih dan salam persatuan oleh H. Hamiruddin, akhirnya menuju penginapan dan beristirahat hingga fajar petang menjemput kembali.

Sehari setibanya di pulau tukang besi itu, Rabu 17 Agustus 2024 tepatnya di hari acara adat Karia’a Ajamani yang berpusat di kelurahan Wali selepas Dzuhur H. Hamiruddin mulai memakai gaun adat ciri khas Kesultanan Buton dan bergegas ke lokasi acara.

Kejutanya, H. Hamiruddin ketua DPRD Wakatobi itu disangka bupati pada peserta adat karia’a mobil yang berhenti disamping acara kegiatan. Belum turun dari mobil terdengar suara dari MC kegiatan ‘ para peserta diharapkan berdiri karena bupati Wakatobi telah tiba, ‘ sontak rombongan H. Hamiruddin pun kaget ‘ wow kita disambut sebagai bupati nih, ya udah baguslah mungkin sinyal kali ya, ‘ ucap canda mereka.

Sekitar kurang lebih dua menit kemudian rombongan Bupati tiba di tempat yang sama, MC pun kembali mengucapkan sambutan untuk Bupati Wakatobi mereka pun bersamaan memasuki tempat acara.

Prosesi adat karia’a Ajamani tersebut berlangsung sekitar empat jam mulai pukul 12.30 sampai sore pukul 16.30 Wita. Para rombongan Hamiruddin kembali bergegas menemui simpatisan dibeberapa tempat yang tak lain, hanya untuk menyatakan dukungan.

” Pak yang penting pak Haji yang maju kami siap mendukung dan bekerja untuk memenangkan bapak nanti, ” ujar Ali warga oihu kepada H. Hamiruddin.

Dalam beberapa pertemuan itu, Haji hamiruddin menyampaikan ucapan terimakasih dan salam persatuan semangat kepada masyarakat Pulau Binongko untuk Pilkada Wakatobi 2024 mendatang.

Sumber: https://bursabisnis.id/perjalanan-senyap-politik-h-hamiruddin-menelusuri-negeri-batu-wakatobi-penuh-rahasia-dan-kejutan/